Kapal Unrust Didorong Jadi Monumen Sejarah dan Ikon Wisata Barito Utara
MUARA TEWEH – Gagasan pengembangan wisata sejarah di Kabupaten Barito Utara terus mendapat perhatian. Salah satu yang dinilai memiliki potensi besar adalah keberadaan Kapal Unrust yang diharapkan dapat diangkat dan dijadikan sebagai monumen sejarah perjuangan masyarakat Dayak Barito pada masa pra-kemerdekaan.
Ketua DAD Barito Utara. H.Amir Mahmud, Jumat (28/8/2026) Gagasan tersebut disampaikan melalui aspirasi gabungan organisasi kemasyarakatan yang berharap Pemerintah Daerah Barito Utara dapat merealisasikannya melalui kebijakan serta dukungan anggaran pembangunan daerah.
Menurutnya, apabila pemerintah daerah mampu melihat dan memahami nilai sejarah serta potensi yang terkandung di dalam Kapal Unrust, keberadaannya tidak hanya dapat menjadi simbol untuk mengenang sejarah perjuangan masyarakat Barito, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah.
“Apabila pemerintah daerah memahami nilai sejarah dan potensi yang terkandung di dalamnya, kapal Unrust dapat diangkat dan dijadikan sebagai monumen sejarah perjuangan masyarakat Dayak Barito pada masa pra-kemerdekaan,” ungkapnya.
Ia menilai, pelestarian Kapal Unrust merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Dengan menjadikan Kapal Unrust sebagai ikon sejarah dan destinasi wisata, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata.
Potensi ekonomi yang dihasilkan, lanjutnya, tidak hanya berasal dari tiket masuk kawasan wisata. Kehadiran destinasi sejarah tersebut juga diyakini mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, seperti UMKM, jasa transportasi, penginapan, kuliner, pemandu wisata hingga usaha kreatif lainnya.
“Potensi tersebut bersifat jangka panjang dan dapat berkembang tanpa batas. Nilai ekonomi yang dihasilkan bukan hanya dari tiket masuk, tetapi juga dari pergerakan UMKM, jasa transportasi, penginapan, kuliner, pemandu wisata, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Menurutnya, apabila dikemas secara profesional dan didukung strategi promosi yang baik, Monumen Kapal Unrust bukan tidak mungkin menjadi salah satu ikon sejarah Muara Teweh dan Kabupaten Barito Utara yang dikenal hingga tingkat nasional maupun mancanegara.
Bahkan, nilai sejarah tersebut berpotensi menarik perhatian para keturunan maupun keluarga dari pihak-pihak yang pernah terlibat dalam peristiwa sejarah di tanah Barito, termasuk keturunan korban maupun tentara Belanda.
“Bukan tidak mungkin, sejarah perjuangan tersebut akan menarik perhatian generasi keturunan, termasuk buyut dan cicit para korban serta tentara Belanda yang dahulu terlibat dalam sejarah di tanah Barito, untuk datang berkunjung ke Central Borneo, khususnya Barito Utara,” katanya.
Ia menegaskan, upaya pelestarian Kapal Unrust pada dasarnya bukan hanya berbicara mengenai masa lalu, tetapi bagaimana warisan sejarah dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk membangun masa depan daerah.
“Mari kita jadikan warisan sejarah sebagai identitas, pariwisata sebagai kekuatan ekonomi, dan kebersamaan sebagai modal pembangunan. Sejarah kita lestarikan, pariwisata kita kembangkan, PAD kita tingkatkan, dan Barito Utara kita kenalkan kepada dunia,” pungkasnya.
Posting Komentar