Jodoh dalam Perspektif Al-Qur’an, QS An-Nur Ayat 26 Jadi Pengingat untuk Memperbaiki Diri
Persoalan jodoh menjadi salah satu hal yang kerap diperbincangkan dalam kehidupan masyarakat. Tidak sedikit yang berharap dapat dipertemukan dengan orang yang disukai, namun dalam perspektif Islam, jodoh juga berkaitan dengan ketentuan dan kehendak Allah SWT.
Sebuah pesan yang beredar di media sosial mengingatkan tentang makna jodoh dengan mengutip Surah An-Nur ayat 26. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa Al-Qur’an tidak secara sederhana menjanjikan seseorang akan berjodoh dengan orang yang disukainya.
QS An-Nur ayat 26 menjelaskan tentang perkara yang baik dan buruk serta keterkaitannya dengan orang-orang yang baik dan orang-orang yang buruk. Ayat tersebut kerap dijadikan pengingat agar seseorang tidak hanya sibuk mencari pasangan yang sesuai keinginannya, tetapi juga berusaha memperbaiki kualitas dirinya.
Pesan tersebut pada intinya mengajak umat Islam untuk memahami bahwa urusan jodoh tidak semata-mata berdasarkan rasa suka. Ada ketentuan Allah SWT yang harus diterima dengan penuh keikhlasan, sembari tetap berikhtiar dan berdoa.
Karena itu, daripada hanya berharap mendapatkan pasangan yang baik, seseorang juga perlu berusaha menjadi pribadi yang baik, menjaga akhlak, memperkuat iman, serta memperbaiki diri.
Jodoh pada akhirnya merupakan bagian dari kehidupan yang tidak selalu dapat diprediksi manusia. Yang terpenting adalah tetap berikhtiar, berdoa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam urusan jodoh, keinginan manusia tidak selalu menjadi penentu akhir. Sebab, manusia hanya dapat merencanakan dan berusaha, sementara ketetapan terbaik berada dalam kehendak Allah SWT.(Redaksi Infoborneoterkini.com)
Posting Komentar